Kunjungan dari STIKES Nahdlatul Ulama Tuban

Kunjungan dari STIKES Nahdlatul Ulama Tuban

Selasa, 8 Januari 2019 Prodi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga mendapatkan kunjungan dari STIKES Nahdlatul Ulama Tuban. Kunjungan ini merupakan studi banding yang bertujuan untuk persiapan pembukaan Program Studi Gizi di STIKES NU Tuban. Acara tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

Kunjungan tersebut dilakukan oleh beberapa dosen dari STIKES NU Tuban yang kemudian disambut oleh Wakil Dekan III FKM Universitas Airlangga, dosen-dosen dari Departemen Gizi FKM Universitas Airlangga, perwakilan dari BEM FKM Unair dan juga perwakilan dari AMAZI FKM Unair.

Acara dimulai dengan sambutan-sambutan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan tentang kurikulum Prodi Gizi UNAIR, penjelasan laboratorium gizi, dan juga pemaparan mengenai ciri khas dari gizi perkotaan yang diusung oleh Prodi Gizi FKM UNAIR. Tak hanya mengenai prodi gizi, keorganiasasian di FKM Unair juga disampaikan oleh perwakilan BEM FKM Unair dan juga Asosiasi Mahasiswa Gizi atau yang sering disebut dengan AMAZI.

Setelah sesi tanya jawab dilakukan, di akhir acara dilaksanakan pemberian kenang-kenangan. Acara kemudian ditutup dengan foto bersama. Setelah acara tersebut berakhir, tim dari STIKES NU Tuban diberi diajak berkeliling untuk melihat-lihat laboratorium gizi

By : Asri M
Editor : Lailatul M

Kuliah sambil Bekerja Bukanlah Halangan untuk Berprestasi.

Kuliah sambil Bekerja Bukanlah Halangan untuk Berprestasi.

Dengan IPK 3.61 dan judul skripsi Pengaruh Pemberian Olahan Minuman Buah Semangka Merah terhadap Indeks Kelelahan Otot pada Atlet Sepak Bola mengantarkan Mochammad Rizal sebagai wisudawan Berprestasi Prodi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga pada Wisuda Periode Desember Tahun Akademik 2017/2018.

Keseharian laki-laki kelahiran Jombang 22 tahun yang lalu ini, tak hanya disibukkan dengan kuliah dan mengerjakan tugas. Selain aktif di Komite Relawan Nusantara KONI Jawa Timur, Dia juga rajin menulis dan berbagi ilmu tentang gizi di sosial media lewat akun instagramnya @rizalnutritionist

Laki-laki yang akrab disapa Rizal ini juga cukup sering menjadi narasumber majalah maupun koran. Seperti Auleea Magazine, Tribunjateng, health.liputan6.com dan duniafitnes.net.

Sejak duduk di bangku SMP, sulung dari dua bersaudara putra dari Bapak Iswan Winarto dan Ibu Anik Nadhifah ini sudah bercita-cita menjadi Ahli Gizi. Hal tersebut diwujudkannya dengan memulai pendidikannya di Poltekkes Kemenkes Surabaya selama 3 tahun. Tidak berhenti disitu, Rizal langsung lanjut ke jenjang Sarjana melalui Program Ahli Jenjang di Prodi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga.

“Yang pertama karena negeri. Yang kedua karena nggak terlalu jauh. Yang ketiga karena banyak dosen-dosen kece dan mumpuni sehingga harapannya bisa nular ke saya” ungkap Rizal saat ditanya mengapa lebih memilih melanjutkan pendidikannya di Universitas Airlangga.

Saat ditemui disela-sela kesibukannya, Rizal membeberkan tips dan trik belajarnya yaitu di waktu 1/3 malam. waktu tersebut adalah waktu sangat efektif untuk menghafal sesuatu.

Tak lupa memberikan pesan kepada adik-adik yang akan memasuki dunia perkuliahan, “Kalau sudah masuk, jalani dan nikmati. Lakukan yang terbaik. Jadilah bermanfaat bagi banyak orang. InsyaAllah masalah pekerjaan dan rezeki pasti ada, asalkan kita bermanfaat” ujarnya.


by : Asri M.A
Editor : Lailatul M

Ada Apa dengan Internal Gizi ?

Ada Apa dengan Internal Gizi ?

Sabtu, 1 Desember 2018 telah berlangsung kegiatan internal gizi yang diselenggarakan oleh AMAZI di Aula Soemarto Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Kegiatan ini diselanggarakan sebagai ajang membentuk keakraban di antara seluruh keluarga gizi dan ajang awarding. Awarding ini secara khusus dilakukan oleh keluarga gizi sebagai bentuk apresiasi dan terimakasih kepada mahasiswa gizi yang telah menoreh prestasi dan menjadi kebangggan keluarga Gizi FKM Unair.  

Penampilan Mahasiswa (sesi pentas seni)

Internal gizi dimulai pada pukul 08.30 pagi diawali dengah pemberian sambutan oleh ketua AMAZI (Chusnul Fadilla, Gizi 2016) dan ketua kegiatan (Permata Aprilia Gizi 2017). Acara dilanjut dengan pentas seni dari berbagai kelas mulai dari angkatan 2018 hingga angkatan 2016 dan juga penampilan spesial oleh “gizi project”. Karya seni yang ditampilkan beragam, ada yang menampilkan nyanyian baik solo maupun grup, tari, hingga drama musikal. Dilanjutkan dengan sesi kegiatan sharing, dimana mahasiswa semester akhir dan alumni berbagitips and trick kuliah. Pada sesi ini juga diberikan sesi tanya jawab terkait tips and trick kuliah.

Disela-sela acara terdapat sesi awarding dengan pemberian piagam serta sertifikat sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh mahasiswa gizi yang berprestasi di tahun 2018. Awarding dengan pemberian berbagai macam buah juga diberikan kepada kelas terkompak, pentas seni terbaik dan peserta dengan outfit terbaik.

Rujak-an

“Dengan acara ini semoga gizi makin kompak, terus berprestasi dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat dan almamater tercinta “, ungkap Bu Lail selaku Kaprodi Gizi. Acara dilanjutkan dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban oleh AMAZI dan sesi foto bersama yang sekaligus menjadi acara penutup dalam kegiatan internal gizi.

FIELD TRIP ANTROPOLOGI GIZI DI DESA WONOKITRI

FIELD TRIP ANTROPOLOGI GIZI DI DESA WONOKITRI

Pada sabtu 24 november 2018 kemarin, Gizi kelas A dan B semester III berkunjung ke Desa Wonokitri Kecamatan Tosari Kabupaten Pasuruan. Kunjungan ini bertujuan untuk pembelajaran tentang adat istiadat dan kebiasaan makan masyarakat suku Tengger.

Setelah 4 jam perjalanan dari Surabaya, kami disambut hangat oleh pak Sadiyono dan kawan-kawan. Pak Sadiyono adalah salah satu perangkat desa di desa wonokitri. Acara dibuka oleh sambutan dari bu Kaprodi (Lailatul Muniroh S.KM, M.Kes) dan dilanjutkan tanya jawab.

Banyak pengetahuan yang mahasiswa pelajari selama kunjungan. Diantaranya : acara adat unan-unan, acara adat kasada, makanan pokok, pantangan makanan, keanekaragaman pangan lokal, masa panen, pendidikan, sosial dan ekonomi suku Tengger.

Setelah sesi tanya jawab, mahasiswa berkunjung ke rumah warga untuk melakukan pengukuran status gizi dan wawancara mengenai budaya dan pola makan suku Tengger.

Acara diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan kepada perangkat desa Wonokitri (bapak Sadiyono) dan foto bersama.

by : Asri M.A
Editor : Lailatul M

Personal Branding for Nutritionist: Strategi Gapai Sukses di Era Digital

Personal Branding for Nutritionist: Strategi Gapai Sukses di Era Digital

Kegiatan “Training Personal Branding” telah dilakukan pada tanggal 9 November 2018 dan diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 1, 3 dan 5, serta diikuti oleh alumni staf pengajar dan staf laboratorium. Pemateri pada Training Personal Branding adalah Novri Susan, MA., Ph.D., beliau adalah salah satu dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga. Kiprah beliau dalam dunia Personal Branding cukup dalam, beliau seringkali menjadi pembicara untuk seminar dan training personal branding, selain itu beliau juga telah menerbitkan buku terkait personal branding.

Bu Santi membuka kegiatan Training Personal Branding For Nutritonist

Training Personal Branding For Nutritionist  di Aula Soemarto lt.1 Gedung FKM Unair. Dalam era digital sekarang branding sangat diperlukan. Personal branding tidak dapat dilakukan dengan instan, melainkan butuh pembiasaan, proses dan usaha yang konsisten. Oleh karena itu, membentuk personal branding sedini mungin harus dilakukan, terlebih lagi dalam persaingan dunia kerja. Hal ini melatarbelakangi Prodi Gizi Unair untuk melakukan kegiatan personal branding sabagai bentuk bekal yang diberikan kepada mahasiswa untuk mencapai mimpi . Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan I , Dr. Santi Martini dr., M.Kes.

Penjelasan Personal Branding

“Hal pertama yang dibutuhkan untuk memulai personal branding adalah kualitas. Kualitas seseorang ditentukan oleh beberapa hal. Satu,  Ketrampilan. Ketrampilan adalah kemampuan individu untuk mempraktekkan kemampuan khusus. Dua, Ketahanan emosi. Ketahanan emosi ini harus dilatih. Tiga, bentuk komunikasi (ramah, sedih, dan lain lain). Kita harus melatih bagaimana comunication shape yang akan membentuk pribadi kita, dan ini akan disesuaikan dengan tempat dimana kita akan berkarya. Empat, modal sosial.. alias networking, baik adalam bentuk pertemanan, bisnis dan komunitas2 yang lain”, berikut yang disampaikan Pak Novri pada overview sebelum dimulai dengan penjelasan dan simulasi personal branding.

Contoh singkat praktik personal branding

Tell your quality with your own symbol. Simbol ini bisa di praktekkan lewat bahasa dan gestur. Lakukan personal branding mulai sekarang lewat media sosial, blog dll. Sehingga, branding kita sudah terbentuk ketika sudah lulus kuliah”, lanjut Pak Novri. Setalah menyampaikan penjelasan terkait kunci-kunci membentuk personal branding for nutritionist. Pak Novri juga mengajak peserta training untuk simulasi memulai personal branding, bagaimana cara mengenalkan diri yang baik, bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Kegiatan ini di tutup dengan sesi tanya jawab, dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan dari program studi gizi untuk narasumber.

by : Aliffah N.N.
Editor : Lailatul M.

Ayo Sarapan!

Ayo Sarapan!

Oleh: Julia Fakhrun Nisa’ – Gizi IA

Sarapan pagi merupakan kegiatan mengonsumsi makanan di pagi hari sebelum melakukan aktivitas berat lain. Dewasa ini semakin banyak orang-orang yang melewatkan sarapan pagi dikarenakan banyak faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Untuk faktor internal, di dalam diri seseorang tumbuh anggapan bahwa sarapan pagi itu kurang penting, sedangkan faktor eksternal antara lain, karena tergesa-gesa berangkat ke sekolah atau ke kantor, tidak sempat memasak atau membeli makanan untuk sarapan, serta kurangnya edukasi dan pengetahuan mengenai pentingnya sarapan pagi.

Menurut Departemen Kesehatan RI, kebiasaan sarapan pagi termasuk dalam satu dari tiga belas pesan dasar gizi seimbang. Banyak orang beranggapan bahwa makanan yang dikonsumsi untuk sarapan pagi harus selalu nasi, padahal kenyataannya banyak sekali makanan yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti nasi untuk sarapan pagi. Makanan tersebut antara lain setangkup roti dengan selai, telur dadar atau omelet, sereal, kentang, pasta dan mi. Makanan-makanan yang dipilih untuk konsumsi sarapan pagi dianjurkan yang mengandung banyak karbohidrat. Mengapa dianjurkan banyak mengandung karbohidrat? Karbohidrat merupakan zat makro penghasil energi yang diperlukan oleh tubuh untuk dapat melakukan aktivitas setiap harinya. Pada saat bangun tidur di pagi hari, tubuh kita memiliki sedikit energi karena energi dalam tubuh telah terkuras habis oleh aktivitas yang kita lakukan pada hari sebelumnya. Dengan begitu sarapan pagi dianggap sebagai kegiatan mengisi bahan bakar tubuh sehingga sangat penting dilakukan untuk menggantikan energi yang telah hilang tersebut. Tidak hanya karbohidrat, kandungan protein, lemak, mineral dan vitamin dalam makanan sarapan pagi juga diperlukan untuk memenuhi asupan gizi tubuh.

Banyak sekali manfaat yang didapatkan dengan membiasakan diri sarapan pagi. Beberapa manfaat dari sarapan pagi diantaranya, pertama adalah meningkatnya konsentrasi dan kinerja otak. Karbohidrat dalam makanan yang dikonsumsi pada saat sarapan pagi akan dicerna tubuh dengan proses karbohidrat dipecah menjadi molekul-molekul gula sederhana yang lebih kecil yaitu fruktosa, laktosa, dan galakstosa. Kemudian molekul-molekul sederhana tersebut dipecah lagi hingga menjadi molekul paling sederhana yaitu glukosa. Glukosa merupakan makanan otak atau bahan bakar otak sehingga dapat meningkatkan konsentrasi dan kinerja otak. Kedua, meningkatkan daya tahan tubuh. Dari beberapa survei yang telah dilakukan, diketahui bahwa seseorang yang terbiasa sarapan pagi memiliki keaktifan tubuh yang lebih dibandingkan dengan yang tidak sarapan pagi. Orang-orang yang terbiasa sarapan pagi akan lebih ceria, bersemangat, tidak mudah lesu, lemas, dan berperilaku positif.

Kebiasaan melewatkan sarapan pagi tentulah merupakan hal yang tidak baik. Dengan terbiasa melewatkan sarapan pagi berarti secara tidak sadar telah membuat tubuh bekerja kurang optimal karena sarapan pagi memilki manfaat yang banyak untuk tubuh. Bagi orang-orang yang sering melewatkan sarapan pagi, menambah edukasi dan pengetahuan tentang pentingnya sarapan pagi dapat memotivasi dan meningkatkan kesadaran diri untuk mebiasakan sarapan pagi. So, let’s do a breakfast.

Sumber :

Tumiwa, E.S., Sarimin, S., Ismanto, A.Y. (2016). Hubungan Pengetahuan Tentang Sarapan Pagi dengan Prestasi Belajar Anak di SD INPRES Talikuran Kecamatan Kawangkoan Utara. e-journal keperawatan (eKp), volume 4(1)

Sukiniarti. (2015). Kebiasaan Makan Pagi pada Anak Usia SD dan Hubungannya dengan Tingkat Kesehatan dan Prestasi Belajar. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, volume 1(3), 315-321